Berlin Larang Aplikasi Layanan Taksi Uber

0
676

Teknofans.com – Kota Berlin telah melarang layanan mobil Uber, yang memungkinkan pengguna untuk memanggil tumpangan melalui smartphone mereka, karena tidak menawarkan pengemudi dan kendaraan yang berizin untuk mengangkut penumpang, atau tanggungan asuransi penuh, kata pejabat ibukota Jerman.

Larangan itu sudah berlaku dan Uber berrisiko terkena denda hingga 25.000 euro setiap kali melanggar Undang-Undang Angkutan Umum kota, demikian pemerintah Berlin mengatakan dalam sebuah pernyataan. Uber mengatakan pada hari Kamis mereka akan mengajukan banding atas keputusan tersebut, menuduh pemerintah Berlin menolak pilihan dan mobilitas warganya.

uber
“Sebagai pendatang baru, kami membawa kompetisi yang sangat dibutuhkan, dalam pasar yang tidak pernah berubah dalam beberapa tahun. Kompetisi ini bagus untuk semua pihak, dan mengangkat kualitas dan akhirnya memenangkan konsumen,” kata Fabien Nestmann, orang Jerman yang menjadi General Manager di Uber.

Uber Technologies Inc adalah sebuah perusahaan berbasis di San Francisco dan sangat sukses hingga kini bernilai $18,2 miliat. Ia mengatakan bahwa Uber tidak lebih dari sebuah perusahaan yang menempatkan warga dalam kontak satu sama lain sebagai sebuah pasar, dan bukannya layanan transportasi.

Pengemudi harus berada di atas usia tertentu, memiliki SIM yang sah, dan menjalani pemeriksaan latar belakang sebelum mereka dapat mengambil bagian dalam melayani setiap penumpang. “Melindungi penumpang menjadi prioritas kami. Sebagai badan pengawasan dan pengaturan, pemerintah yang mengurus warga negara dan ketertiban umum tidak bisa mentolerir, jika penumpang… dipercayakan kepada pengemudi tidak berlisensi atau kendaraan, dan di mana kasus kecelakaan mereka tidak diasuransikan,” kata pihak berwenang Berlin.

Uber telah menghadapi hambatan regulasi di beberapa kota dan tuntutan hukum dari perusahaan taksi yang berharap untuk menjegal kompetisi baru ini supaya mundur. Layanan ini menggunakan smartphone untuk menghubungkan pengemudi lokal dengan orang-orang yang membutuhkan tumpangan di 80 kota di Amerika Utara, 24 di Eropa, 7 di Timur Tengah, 4 di Afrika dan 27 di Asia.

Sopir taksi di seluruh wilayah Eropa menyebabkan kekacauan pada bulan Juni dengan memprotes aplikasi Uber. Uber dilarang oleh Tribunal de Commerce di Paris pada 1 Agustus, dan mengatakan mereka harus mengubah sistem faktur nya jika ingin terus beroperasi di sana. Bulan lalu sebuah pengadilan di kota utara Jerman, Hamburg menangguhkan larangan Uber yang dikenakan oleh pemerintah setempat, sementara pihak yudisial masih mempertimbangkan keluhan yang diajukan oleh Uber terhadap larangan tersebut.

LEAVE A REPLY