Hacker Retas 32 Juta Akun Twitter Dan Jual Data Seharga 77 Juta

0
313

Hacker Retas 32 Juta Akun Twitter – Medsos sudah jadi barang wajib bagi netizen saat ini. Lihat saja seiring bertambah tahun makin banyak jumlah medsos dan penggunanya di internet. Indonesia bahkan jadi negara pengakses medsos terbanyak didunia dengan pengguna aktif Facebook, Twitter dan Instagram yang makin meningkat.

Dampak buruknya, cyber crime di Indonesia juga mengalami peningkatan. Pembobolan akun medsos banyak terjadi lantaran kurangnya kehati-hatian pemilik akun yang asyik berselancar. Kabar terbaru menyebutkan bahwa seorang hacker retas 32 juta akun Twitter dan menjual data ini dengan harag 10 bitcoin atau senilai 77,6 juta Rupiah.

Hacker Retas 32 Juta Akun Twitter Dan Jual Data Seharga 77 Juta
Hacker Retas 32 Juta Akun Twitter Dan Jual Data Seharga 77 Juta

Hacker anonim yang dikenal dengan Tessa88 ini berasal dari Russia dan mengaku telah berhasil mengantongi data dari 379 juta pengguna Twitter di seluruh dunia sejak tahun 2015 lalu. Hacker satu ini juga dikenal karena kiprahnya yang berhasil meretas jutaan akun Linkelidln, MySpace serta Tumblr.

Tergelitik dengan kabar hacker retas 32 juta akun Twitter, sebuah analis keamanan bernama LeakedSource akhirnya mengecek kebenaran klaim Tessa88 ini mengenai jumlah data 379 juta password and username milik pengguna Twitter. Ternyata hanya sekitar 32 juta akun Twitter yang benar benar berhasil diretas oleh Tessa88 ini.

Rangkuman berita mengenai hacker retas 32 juta akun Twitter pada KompasTekno, Jumat (10/6/2016), pihak LeakedSource melalui postingan blog resminya menjelaskan bagaimana Tessa88 bisa mencuri password serta username di Twitter. Tessa88 membobol satu per satu akun secara langsung dengan cara mengirim malware pada akun incarannya. Malware inilah yang bakal mengirim password serta username dari akun terinfeksi tersebut.

Menanggapi berita hacker retas 32 juta akun Twitter, pihak Twitter tetap mengklaim bahwa sistem keamanan Twitter tidak memiliki celah sedikit pun. Hal ini dikuatkan dengan keterangan juru bicara Twitter yang menyatakan bahwa peretasan bukan terjadi karena adanya celah di sistem kemanan Twitter. Sistem masih belum bobol sampai saat ini.

Setelah adanya hacker retas 32 juta akun Twitter ini, diketahui belakangan peretasan akun makin marak terjadi dan menimpa sejumlah figure terkenal seperti akun milik pendiri Facebook, Mark Zuckenberg, pendiri Twitter, Ev Williams dan masih banyak lagi.

LEAVE A REPLY