Mediatek vs Qualcomm Lebih Bagus Mana ?

0
1189

Membicarakan smartphone tidak akan akan pernah terlepas dari bahasan tentang prosesor yang menjadi dapur pacunya. Prosesor smartphone terus berkembang dengan memunculkan model dan teknologi baru. Dan di tengah persaingan ini dua perusahaan yaitu Mediatek dan Qualcomm mendominasi sebaran market share prosesor dan selalu bersaing untuk menjadi yang terbaik. Namun keduanya tidak bermain sendirian tetapi masih terdapat beberapa produsen prosesor lainnya seperti Intel Nvidia Tegra, Exynos, Kirin, Leadcore dan Marvel.

Mediatek vs Qualcomm : Mari Kita Kenal Lebih Jauh

mediatek-qualcomm-bagus-mana
Mediatek atau yang biasa disingkat MTK merupakan chipset yang relatif baru di pasaran. Mediatek diproduksi oleh perusahaan chip semi konduktor yang bermarkas di Taiwan dengan pola bisnis profit from volume, yaitu mengandalkan keuntungan dari banyaknya unit yang terjual. Karena filosofi ini Mediatek menjadi low cost manufacturing device (budget produksi yg rendah) dan banyak menyertai smartphone kelas menengah/low cost smartphone (entry level) seperti Asus, Lenovo, Acer, Himax dan merk lain yang sejenis.

Harga yang murah tidak membuat Mediatek mengesampingkan kualitas, prosesor Mediatek memiliki kinerja yang cukup handal terutama pada kualitas tampilan visual yang dihasilkan. Dengan teknologi pengolah grafis GPU PowerVR gambar yang dihasilkan oleh smartphone yang berbasis Mediatek akan terlihat jernih dan terkesan lebih smooth.

qualcomm-vs-mediatek
Qualcomm sebagai rival terberat Mediatek memiliki basis produksi di Amerika Serikat. Qualcomm dibangun dengan terminologi implementasi inovasi teknologi termutakhir yang mana membuat harga jual prosesor Qualcomm jauh lebih mahal dibandingkan dengan prosesor keluaran Mediatek. GPU Andreno pada Qualcomm masih kalah bersaing dengan GPU PowerVR dalam hal menghasilkan output grafis maupun video.

Qualcomm pada beberapa kesempatan sering melontarkan pernyataan perang terbuka kepada Mediatek bahwa yang dibutuhkan dalam pengembangan teknologi chipset smartphone adalah upaya inovasi dalam peningkatan kualitas core yang diproduksi bukan pada kuantitas jumlah core yang notabene tetap saja memiliki kemampuan yang sama. Hal ini tidak mengherankan karena Qualcomm berpatokan bahwa kualitas lebih penting dibandingkan dengan kuantitas. Perang terbuka ini membuat persaingan di ranah prosesor smartphone seakan hanya berjargon Mediatek vs Qualcomm.

Namun pernyataan Qualcomm tadi seperti menepuk air terdulang karena sejak dirilisnya Qualcomm Snapdragon 615 dan Snapdragon 810 yang khusus diproduksi untuk high-end smartphone ternyata memiliki delapan inti. Perubahan ini menjadikan Qualcomm sebagai pengekor Mediatek karena mindset di pasar smartphone terlanjur menginginkan prosesor dengan jumlah core yang lebih banyak. Kini tren para vendor smartphone beralih menggunakan Mediatek dikarenakan biaya produksinya yang lebih rendah yang tentunya akan memangkas harga jual ponser pintar mereka saat tersedia di pasaran. Meskipun perang terbuka ini berada pada posisi 8 core inti kami yakin di masa depan persaingan jumlah core dengan berbagai teknologi chipset smartphone yang menyertainya lambat laun akan terjadi. 10 core, 12 core yang terpenting dari adanya kompetisi ini adalah kita sebagai user smartphone akan diuntungkan dengan perkembangan teknologogi chipset ponsel pintar ini.

Nah bagi Anda yang masih bingung menentukan pilihan Mediatek vs Qualcomm maka kembali lagi pada kebutuhan keseharian Anda dalam penggunaan smartphone. Jadilah smart buyer saat membeli smartphone !

LEAVE A REPLY