Pengangguran Akibat Robot Bakal Terjadi di 9 Negara Ini!

0
323

Baru-baru ini, dilakukan sebuah riset tentang robot dan pekerjaan manusia. Hasil riset menunjukkan angka pengangguran akibat robot yang cukup tinggi. Riset ini dilakukan oleh lembaga survei internasional bernama Citigroup.

Mereka meriset negara-negara yang sudah menggunakan robot di sebagian profesi manusia. Hasil riset mengungkapkan, ada 9 negara yang berisiko tergantikan profesi rakyatnya oleh kecanggihan robot. Menariknya, ada nama Amerika Serikat dan Inggris di dalamnya.

Kemudian, ada Ethiopia menjadi negara paling bergantung pada robot. 85 dari 100 orang di negara ini berisiko kehilangan profesinya. Melihat hasil ini, tentu kita berkaca, angka pemutusan hubungan kerja bakal meningkat drastis.

robot ambil alih pekerjaan manusia

Beberapa profesi yang menjadi ancaman bagi orang-orang yang mengisi profesi tersebut, ialah transportasi dan logistik. Kedua profesi ini sudah banyak diisi oleh kecanggihan robot. Lalu, seperti apa data riset dari Citigroup ini?

Data Riset Angka Pengangguran Akibat Robot Menurut Citigroup

statistik 9 negara berisiko tergantikan oleh robot

Angka pengangguran tertinggi diraih oleh Ethiopia dengan angka 85%. Sektor pertanian adalah yang paling banyak menyumbang angka pengangguran. Memang, Ethiopia sudah sejak lama menginisiasi otomasi robot di sektor ini.

Kemudian ada Tiongkok, Thailand, India, dan Afrika Selatan yang menduduki posisi kedua hingga kelima. Ada yang mengejutkan di sini. Sebab tercantum pula Amerika Serikat dan juga Inggris. Dua negara maju hampir di segala sektor profesi.

Data ini mengindikasikan, status negara maju dan berkembang sama sekali tak berpengaruh pada hasil angka pengangguran akibat robot. Lagi-lagi, tergantung bagaiman setiap pelaku di masing-masing negara memanfaatkan robot sebagai otomasi pekerjaan.

Pengangguran Akibat Robot Belum Menyentuh Indonesia

Beruntung bagi Indonesia, yang hingga sejauh ini belum menyangkut-pautkan robot dalam salah satu profesi. Di Asia Tenggara, ada Thailand yang sudah lebih dulu memanfaatkan robot sebagai sarana untuk efisiensi perusahaan dan minimalisasi gaji pegawai.

Butuh waktu bertahun-tahun untuk menyempurnakan robot supaya bisa bekerja dengan baik. Apalagi, untuk mengambil alih pekerjaan manusia. Tidak mungkin, robot bisa mengganti profesi yang butuh kreativitas dan kecerdasan sosial tinggi, seperti pebisnis, seni, dan pendidikan.

LEAVE A REPLY